• Home /
  • Hasanah Punya Molototcom demi Layanan Publik Tanpa Rasuah
Selasa, 17 April 2018 – 23:23 WIB

Hasanah Punya Molototcom demi Layanan Publik Tanpa Rasuah

Hasanah Punya Molototcom demi Layanan Publik Tanpa Rasuah

jpnn.com, BANDUNG - Duet TB Hasanuddin-Anton Charliyan pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) menyatakan komitmennya untuk mencegah dan menekan praktik korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Bahkan, duet yang dikenal dengan sebutan Hasanah itu sudah memiliki program Molototcom demi memperbaiki kualitas layanan publik.

Hasanuddin mengatakan, Molototcom merupakan tawarannya untuk membangun layanan publik secara online demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Layanan yang mengedepankan transparansi itu juga untuk mengawasi kinerja pemerintahan agar layanan publik tidak diwarnai rasuah.

"Di era digital saat ini, pengawasan akan kami lakukan secara digital melalui Molototcom,” ujar Hasanuddin usai mengikuti Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (17/4).

Mantan tentara dengan pangkat terakhir mayor jenderal itu menambahkan, masyarakat butuh layanan cepat dan jauh dari patgulipat. “Molototcom hadir untuk melayani keluhan rakyat dengan solusi cepat dan kita bisa tahu mana aparatur yang kerja dan tidak," tuturnya.

Kegiatan Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Jawa Barat itu juga dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. Menurut Tjahjo, calon pemimpin harus menunjukkan sikap jujur kepada masyarakat yang mendambakan kemajuan.

"Melalui forum ini, semua calon Kepala daerah harus memahami area rawan korupsi, apa pun gerak dan langkahnya diikuti oleh masyarakat, KPK, kepolisian, Kejaksaan. Jangan sampai tercoreng," ujar Tjahjo.

Sedangkan Basaria mengatakan, pembekalan itu dimaksudkan agar setiap calon memahami area-area korupsi. Tujuannya agar calon kepala daerah yang kelak memimpin tidak melanggar hukum demi memperkaya diri ataupun pihak lain.

"Petahana biasanya meminta iuran kepada kepala dinasnya, calon baru dengan memberikan janji-janji. Kalau sudah terpilih jangan sampai masuk kedalam grup tersebut, " jelasnya.(nif/jpg)


Rekomendasi untuk Anda

Terpopuler

Logo

PT. JPG Multimedia

Graha Pena Jawa Pos Group Building, 11th floor. Jl. Raya Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan 12210

Phone : +62 21 5369 9607
Fax : +62 21 5365 1465